0

Beberapa hari yang lalu akun twitter GUSDURian Banten (22/8/2019), menuai kritikan dari salah satu netizan di Postingan GUSDURian Banten “(18/8/2019) Pemuda lintas iman dan GUSDURian Banten hadir dalam ulang tahun Pemuda Hindu Banten di Pura Eka Wira Anantha dengan tema kasih sayang dan kebersamaan adalah keberhasilan”

Postingan itu lalu menuai kritikan yang pertama “Lalu manfaatnya apa yah?” Ujar akun @ken_mrizal. Ini adalah salah satu pertanyaan retorika yang tak perlu dijawab maka admin tidak perlu menjawab apa manfaatnya merajut kebersamaan pemuda-pemudi lintas agama ini, karena admin merasa pertanyaan itu sama seperti pertanyaan “Kalo makan manfaatnya apa yah?” maka dari itu admin hanya meluruskan pertanyaan itu dan tidak menjawab substansi pertanyaannya.
Karena seperti makan, jika seseorang makan efek setelah makan pasti perut kenyang.setelah itu muncul akar dari manfaat makan tadi, bisa membuat badan sehat dll.

Lalu dari mana inisiasi Penggerak GUSDURian Banten ini bergerak terutama membangun sektor komunikasi dan hubungan yang lebih dekat dengan anak-anak,pemuda dan pemuka agama yang ada di Banten.

Yang pertama dari beberapa survey, misalnya penelitian Wahid Foundation pada tahun 2016 Bahwa Banten adalah Provinsi Intoleran no 2 setelah Provinsi Aceh disusul oleh Jakarta.Jawa Barat dan Yogyakarta.Yang kedua dari peneliti LIPI bahwa Aceh,Banten dan Jabar Rawan sebagai intoleransi Politik beberapa waktu yang lalu dan juga salah satu kota di Banten masuk pada 10 kota intoleran yang ada di Indonesia dengan posisi no 4 yaitu kota Cilegon dibawah Jakarta kemudian disusul oleh Padang,Depok,Bogor,Makassar,Medan dan Sabang.

Kemudian tidak hanya itu peneliti LIPI pun mengungkapkan bahwa pada tahun 2018 Provinsi Banten sebagai Provinsi penerimaan informasi bohong (HOAX) tertinggi ada Aceh,Jawa Barat dan Banten.

Tidak ada akibat jika tidak sebab dan tidak ada sebab jika tidak ada faktor penyebabnya. Menyambung soal tadi lalu apa manfaatnya membangun relasi,komunikasi serta Silaturahmi di berbagai lapisan elemen masyarakat terutama elemen komunitas lintas agama?
yang pertama menyambungkan silaturahmi dan klarifikasi persoalan kesalahpahaman yang terjadi di masyarakat. Bisa jadi semua informasi yang di terima oleh masyarakat pada umumnya khususnya Banten adanya kesalahpahaman, sehingga terjadi gesekan-gesekan sosial yang meracu pada persoalan Hoax dan intoleransi yang tadi.

Padahal Agama melarang orang untuk berbuat tidak adil dan juga menyebar informasi palsu alias bohong. Agama islam misalnya, dalam istilah al-Qur’an hoax disebut dengan kata ‘Fahisyah’ sebagaimana penegasan al-Qur’an surah an-Nur ayat 19 yaitu sesuatu yang teramat keji.

Berita Hoax pernah menjadi liar di Madinah pada saat istri Rasulullah saw. ‘Aisyah r.a Ummul Mukminin, setelah perang dengan Bani Mustaliq pada bulan Sya’ban 5 H. Dalam perjalanan kembali dari peperangan, mereka berhenti pada suatu tempat. ‘Aisyah r.a keluar untuk suatu keperluan, kemudian kembali. Tiba-tiba ia merasa kalungnya hilang, kemudian ‘Aisyah r.a keluar dari sekedupnya untuk mencari kalungnya yang hilang itu, para rombongan mengira ‘Aisyah masih ada di dalam sekedupnya sehingga ‘Aisyah tertinggal dan lama setelah ‘Aisyah mencari kalung itu ia sadar bahwa ia tertinggal dari rombongan itu dan mengharap sekedupnya dengan menunggu. Kemudian lewat dari tempat itu sahabat Nabi, Sufyan ibnu mu’atta, ditemukannya seorang yang tidur sendirian dan dia terkejut seraya mengucapkan “ Innalillahi Wainnalillahi rajiun” dan ‘Aisyah r.a terbangun lalu ia dipersilahkan oleh sufyan untuk mengendarai untanya itu. Sufyan berjalan sambil menuntun untanya dan mereka tiba di Madinah. Orang-orang yang melihat mereka mulai membicarakannya dan muncul berita-berita palsu (HOAX) itu dan di abadikan dalam surat an-Nur ayat 11 dan 12.

Kemudian akun Twitter @ken_mrizal menyebut bahwa orang yang beriman itu hanya orang islam selain islam semuanya tidak beriman, cuitannya seperti ini “Coba scroll keatas dgn narasi yang dibuat admin @GUSDURians “Pemuda lintas iman”,narasi ini ngaco dan ngawur. Krn yang namanya iman hanya di miliki oleh kaum muslim saja. Jadi tdk perlu ada istilah lintas iman”. Ujarnya

Ini sama seperti Rasulullah saw di tegur oleh Allah karena menyatakan kepada sahabatnya, pada saat malam hari ia berkata pada sahabatnya “Tidak seorang pun agama-agama lain yang berdzikir kepada Tuhan di tengah malam seperti saat ini”

Pada saat itu pula, Allah swt. Menurunkan ayat sebagai teguran, Peringatan dan penjelasan kepada Nabi, bahwa umat agama-agama lain juga berdzikir pada Tuhan di tengah malam. Diantara orang-orang Kristen dan Yahudi (ahlul kitab) terdapat mereka yang beriman dan melakukan amal saleh. Mereka bangun di malam hari bermunajat kepada Allah swt. Dan menebarkan kebaikan di muka bumi (Dar al Hadits Asbab al-Nuzul Imam al-wahidi Kairo 2003,hal 96)

Pertanyaannya apakah fenomena seperti itu hanya terjadi pada zaman Nabi? Apakah ada orang-orang selain islam yang beriman dan beramal saleh di masa sekarang?

Tentu saja, kita harus jujur. Diantara orang-orang selain islam masih banyak yang menebarkan kebaikan di muka bumi ini.

Dari cuitan Netizen @ken_mrizal itu sama seperti di tegurnya Rasul saat menyatakan bahwa orang muslim saja yang beriman. Wallahu’alam Bishawab.

Mochammad Wahyu Syamsuddin
Mahasiswa Institut Agama Islam Banten , Tim Penggerak dan Admin Media Sosial Facebook/Instagram/Twitter : @Gusdurianbanten Penyuka Fiksi dan Puisi

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Gagasan