0

YOGYAKARTA РJaringan GUSDURian Indonesia, mengadakan Rapat Koordinasi Nasional dalam rangka Menguatkan Kapasitas Komunitas GUSDURian di Wilayah, Sabtu 09 November hingga 10 November 2019. Bertempat di Hotel Museum Batik Yogyakarta.

Alissa Q Wahid (Koordinator Nasional Jaringan GUSDURian) berfoto bersama peserta Rakornas Jaringan GUSDURian

Kegiatan Rakornas ini berlangsung selama 2 hari dan dikuti oleh 96 Komunitas dari jumlah total 130 Komunitas yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia dan Luar Negeri dengan jumlah peserta total 151 Orang. Selama 2 hari seluruh delegasi mengikuti beberapa rangkaian kegiatan Rakornas mulai dari Pembukaan, Platform gerakan Komunitas hingga penutupan.

Dalam pembukaan Rakornas Jaringan GUSDURian Indonesia, Koordinator Nasional Jaringan GUSDURian Indonesia Alissa Q Wahid menyampaikan bahwa musuh kita adalah praktek, nilai atau perilaku yang mencederai kemanusiaan bukan identitas personal maupun kelompok.

“Dengan adanya GUSDURian di daerah. Kita tercambuk untuk terus semangat berkarya”. Tutur Autad An-Nasher, Ketua Panitia Rakornas Penggerak GUSDURian Indonesia 2019.

Alissa Q Wahid (Koordinator Nasional Jaringan GUSDURian) berfoto bersama peserta Rakornas Jaringan GUSDURian

Sementara itu, Koordinator Komunitas GUSDURian Banten Taufik Hidayat sebagai salah satu delegasi peserta Rakornas mengungkapkan bahwa Rakornas ini sebagai salah satu bentuk Silaturahim dan Menguatkan Kapasitas Komunitas.

“Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ini merupakan penguatan kapasitas Penggerak yang ada di daerah. Khususnya di Banten, sebagai representasi dari Sekretariat Nasional untuk membumikan nilai-nilai 9 Gusdur”. Ungkap Taufik Hidayat yang akrab disapa dayat.

Penulis: Muhammad Sulton (Penggerak Komunitas GUSDURian Banten)

Kholiyi Ahmad
Pengajar di MTs Negeri 06 Pandeglang. Penggerak GUSDURian Banten & Lebak.

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Warta