0

Gusdurian Banten adalah salah satu dari sekian banyak jaringan gusdurian yang ada di Indonesia. Bermula dari obrolan santri, pemuda dan mahasiswa di Banten yang berincang-bincang perihal sosok KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) atas dasar mahabbah atau kecintaan kepada beliau, yang dimana dalam tradisi pesantren bale rombeng/pesantren salafiyah disebut dengan istilah ngalap berkah mencari keberkahan dari sosok Mbah Wali Gus Dur yang menjadi panutan baik prilaku, tindakan, juga metodologi berfikirnya.

Bermula dari Obrolan Kecil

Menurut Taufik Hidayat (Koordinator GUSDURian Banten), ia menceritakan dalam bincang-bincang awalnya memang iseng-iseng saja, pada tanggal 24 November 2015 dalam bulan hijriyahnya bertepatan dengan 12 Safar 1437 H. Dari obrolan kecil itu akhirnya disepakati keputusan untuk membuat fanspage facebook GUSDURian Banten, dan hnaya sebatas membuat saja, belum ada rencana tindak lanjut yang jelas terkait Jaringan GUSDURian Banten tersebut. Postingan pertama kali fanspage ini baru didimuat menginjak tahun 2016, bertepatan dengan moment peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Pada tahun selanjutnya, tepat pada tahun 2017, karena dirasa pergerakan GUSDURian di Banten masih vakum, akhirnya Taufik Hidayat, salah satu pengagas dibuatnya fanspage facebook GUSDURian Banten berinisiasi meng-aktifkan kembali fanspage GUSDURian Banten dan mengisinya dengan cerita-cerita, narasi kebangsaan yang setidaknya masih ada kaitannya dengan perjalanan dalam pemikiran Gus Dur. Taufik berharap dengan aktifnya dan masifnya ia mengisi konten di sosial media tersebut mampu menjaring kaum muda yang pada substansinya tertarik terhadap sosok Gus Dur Dur. Walhasil, di tahun 2018, tepatnya pada bulan Juni, Taufik Hidayat mencoba mensolidkan komunitas Jaringan GUSDURian Banten bersama sahabat-sahabat penggerak lainnya yang dipercaya Taufik bisa membangun komunitas ini bersama-sama. Diantara orang-orang itu ialah Muhammad Sulton, Iqbal Laduni, dan Iqbal Imanullah. Dengan tetap mengacu pada prinsif pertama yang dimulai dari hanya sekedar membuat fanspage, inisiasi mereka adalah mengkampanyekan sosok Gus Dur melalui sosial media.

Bermula dari hanya fanspage facebook, dalam perkembangannya GUSDURian Banten pun membuat akun Media Sosial lain seperti instagram dan twitter dengan nama akun @GUSDURianBanten. Selain itu, patut ditahui, bahwa rutinitas Kajian Reboan di Kampus UNTIRTA (GUSDURian Kampus UNTIRTA, yang pada kemudian hari bertransfortasi menjadi GUSDURian Kota Serang) sudah berjalan dengan para penggeraknya diantaranya ialah Sahabat Nukman dan sahabat Yogi sebelum Jaringan GUSDURian Banten dibentuk. Selanjutnya, untuk lebih melegitimasi kehadiran GUSDURian Banten dalam skup nasional, Taufik Hidayat dan Muhammad Sulton mengkonfirmasi kepada Sekretariat Nasional (SekNas Jaringan GUSDURian). Kala itu Taufik dan Sulton mencoba membangun konsolidasi dan bertemu dengan sahabat-sahabat penggerak Gusudurian Ciputat dan Gusdurian Madura dengan pergi ke Jakarta untuk melakukan obrolan santai tentang Komunitas Jaringan GUSDURain yang dipandu oleh Mas Sajoko (SekNas Jaringan Gusdurian) Tepatnya di Kantor Islami.co. Dari hasil obrolan santai bersama Mas Sarjoko itu, Taufik dan Sulton mendapatkan pengetahuan yang lebih mendasar tentang Jaringan Gusdurian dan metode dakwah Gus Dur dalam konteks kekinian yang semakin memantafkan mereka bergerak masif membangun GUSDURian Banten.

Hasil obrolan tersebut diantaranya adalah informasi bahwa ada beberapa agenda rutinitas Jaringan GUSDURian Nasional, diantaranya ialah agenda 2 tahunan sekali yang diadakan di Jogja, yang disebut dengan acara TUNAS (Temu Nasional) Jaringan GUSDURian. Selain itu, ada Kelas Pemikiran Gus Dur (KPG) dan lainnya.

Mengikuti Temu Nasional (TUNAS) Jaringan GUSDURian

Tepat pada bulan Agustus 2018 acara Temu Nasional Jaringan GUSDURian, penggerak di Banten mendapat undangan untuk hadir dan ikut serta dalam acara TUNAS. Mem-follow up acara Tunas tersebut, Taufik Hidayat selaku koordinator GUSDURian Banten mencoba mengkonfirmasi beberapa perwakilan penggerak GUSDURian yang ada di Banten. Sahabat Faisal dari Cilegon, Sahabat Sulton, Sahabat Iqbal Imanullah dan Nurhayah dari Serang, Sahabat Dedi dari Lebak dan Sahabat Naifa Riadina dari Tangerang. Akhirnya ketujuh orang berangkat mengikuti acara Temu Nasional di Asrama Haji Yogyakarta, selama tujuh hari. Di sela-sela agenda Temu Nasional, Tim Penggerak GUSDURian Banten berupaya membuat agenda rutin jangka panjang, semisal kegiatan dalam bingkai Focus Grup Discussion (FGD) yang pembahasan diskusinya masih mengenai Sosok Gus Dur.

Ada beberapa perwakilan Jaringan GUSDURian pada acara Temu Nasional itu, sehingga dibagi menjadi tiga zona diantaranya ialah Jaringan Gusdurian Jawa Bagian Barat, Jawa Bagian Timur dan Jaringan Gusdurian Luar Negeri. Dalam acara TUNAS tersebut dibahas beberapa persoalan penting, diantaranya ialah Merawat Kebhinekaan dalam Menjawab Kedewasaan Negara Indonesia. Di dalam Agenda TUNAS tersebut ada beberpa kelas khusus dalam diskusi terbut. Misalnya, Kelas Komunitas, Kelas Demokrasi, Kelas Media Sosial, Kelas Ideologi, Kelas Budgeting untuk menghidupi komunitas dan beberapa kelas lainnya, semuanya membahas apa yang ada dalam pembahasan Komunitas GUSDURian.

Beberapa Jaringan GUSDURian se-Banten Raya

GUSDURian Banten

Sudah dijelaskan lebih dahulu, mengambil nama Banten sebagai ikhtiar untuk mempermudah konsolidasi antara jaringan-jaringan GUSDURian yang ada di Banten.


GUSDURian Ciputat

Komunitas ini sudah ada lebih dahulu sejak 2017 dan memiliki pergerakan yang cukup masif dalam ranah kajian tentang Gus Dur. Sekarang koordinator dari GUSDURian Ciputat adalah Siswanto, Mahasiswa Jurusan Filsafat UIN Syarif Hidayatullah Ciputat.

GUSDURian Kota Serang

GUSDURian Kota Serang (Sebelumnya GUSDURian Kampus UNTIRTA) yang diinisiasi dan digerakkan sejak 2017 oleh M. Yogi Mukti dan Nukman Paluti dengan agenda rutin per satu bulan sekali yang diberi nama Reboan.

GUSDURian Lebak

GUSDURian Lebak diinisiasi dan digerakkan sejak 2018 oleh Dedi Suryadi bersama Ahmad Kholiyi, Bayu Maldini, dan Jamar Vitda. diawali oleh Dedi Suryadi yang pada menjadi salah satu perwakilan GUSDURian dari Banten di TUNAS, Dedi mengajak Kholiyi, rekan sesama aktivis dari lebak untuk mengikuti kembali kegiatan SekNas Jaringan Gusdurian, yakni kegiatan TOF (Training Of Fasilitator) Kelas Pemikiran Gus Dur di Jakarta. Hasil dari mengikuti kegiatan tersebut dan atas amanah dari rekan-rekan SekNas yang hadir pada kegiatan TOF itu, akhirnya Dedi dan Kholiyi sepakat untuk membentuk komunitas Jaringan GUSDURian di Lebak.


GUSDURian Tangerang (Raya)

Diinisiasi dan digerakkan sejak 2018 oleh Ali (koordinator), Wahyu Mathlu, dan rekan-rekan lainnya, setelah mendapat pencerahan dari obrolan tentang Gus Dur ketika berdiskusi bersama komunitas GUSDURian Ciputat.

GUSDURian Cilegon

Diinisiasi dan digerakkan sejak 2018 oleh Abdul Rosyid (koordinator) beserta penggerak lainnya.

GUSDURian Pandeglang.

Penulis: Ahmad Kholiyi (Penggerak GUSDURian Banten)

Kholiyi Ahmad
Pengajar di MTs Negeri 06 Pandeglang. Penggerak GUSDURian Banten & Lebak.

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Pustaka